Perpisahan

Perpisahan

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 <!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:””; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:35.4pt; mso-footer-margin:35.4pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>

Kalau berpisah tanpa permisi atau pamit, bukan berarti tak sayang. Ataupun tak peduli. Tapi mungkin memang karena tak pernah tersisa kesempatan untuk sekedar mengucapkan salam perpisahan atau bertukar kabar. Mungkin kondisi, situasi atau apapun itu tak mendukung. Mungkin hal-hal yg kadang tak semuanya bisa terucapkan dengan mudah. Mungkin bila memaksa dikatakan akan melukai hati yg mendengar.

Sungguh pahit memang kenyataan. Ketika akibat memaksa mempertanggungjawabkan keadaan. Sehingga ada pihak-pihak yg harus mengalah. Demi kebaikan semua orang yg sudah terlalu parah menanggung luka dan sakit hati. Mundur teratur dari kehidupan satu persatu manusia terlihat seperti jalan terbaik yg bisa ditempuh saat ini. Hingga nanti tiba waktunya mungkin akan kembali. Entah kapan. Entah pula apa akan ada saat yg tepat untuk kembali. Entah juga apa masih ada muka untuk menyapa.

Tak lagi ada apa atau siapa untuk disalahkan. Karena apa atau siapa yg salah tak lagi penting. Masalah utamanya pun tak lagi jadi persoalan yg harus dibahas atau diungkit. Karena bila dipikirkan atau dicari takkan selesai. Takkan habis. Lebih baik biarkan waktu menjawab. Biarkan waktu menjalani tugasnya untuk menyembuhkkan hati yg luka. Untuk menenangkan pikiran yg bertanya-tanya. Untuk meredamkan situasi. Ketika sudah lelah bertanya, mencari dan berusaha, mungkin itulah saat yg tepat untuk kembali. Dari segala kealfaan dan keterbatasan daya untuk memberikan penjelasan.

Sekali lagi, sungguh bukan berarti tak sayang, tak peduli atau tak memikirkan. Bahkan hingga di alam bawah sadar pun rasanya hati ingin sekali memeluk dan berbagi cerita. Satu persatu. Agar hilang tanya dan praduga dari benak yg ditinggalkan. Tapi sungguh bahkan bila ada kesempatan pun, lebih baik pergi dan menjauh. Sejenak. Hingga nanti kembali. Nanti yg entah kapan dan tak bisa dipastikan. Hingga saat itu tiba, percayalah bahwa kalian akan selalu ada dalam hati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s