Bicara (Rindu)

Bicara (Rindu)

Mendadak rindu. Untuk berbagi. Bercerita. Tertawa, menangis dan saling mengadu argumen penuh emosi. Mendadak rindu. Sungguh. Diiringi miris. Merasa seperti menjalani sebuah kerinduan yg ironis. Kerinduan akan sesuatu yg sebenarnya belum pernah benar-benar di dapatkan. Tapi mengapa rindu terasa begitu menggebu? Dan mengganggu? Padahal dirasa pun belum. Di cicip saja tidak sedikitpun.

Melihat keatas. Menatap langit. Gelap. Apa yg dicari? Tak tahu. Menghela napas panjang, menutup mata dan mengosongkan pikiran. Otak dan hati benar-benar melayang tak tentu arah. Memori sekelebat mengusik. Apa memori itu pantas dirindukan? Atau justru harus ditaruh di dalam kotak hitam kecil dan diselipkan disudut ingatan?

Merindu. Pada apa atau pada siapa? Tanpa tahu apa atau siapa, tetap merindu. Dalam diam dan gelap, menggigil karena rasa terlalu memburu. Sungguh, ini rindu! Tapi apa sebenarnya rindu? Apa yg tepatnya dirindukan? Apa yg menyebabkan rindu? Sebenar-benarnya, tak ingin merindu. Menyiksa. Tak ingin mengecapnya. Mendalaminya. Apalagi terjebak dalam rindu. Tapi ini.. rindu. Dan saya, terperangkap.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s