Tanpa Merasa.

Tanpa Merasa.

Sebenarnya tak ingin dengar. Apalagi tahu.

Karena kadang menyakitkan.

Pernah menjadi bagian. Tapi lalu kehilangan.

Lebih baik menjadi buta. Dan tuli. Atau mungkin..

Lebih baik tak berhati. Tak berjiwa.

Agar tak merasa.

Hingga tak bisa meneteskan airmata. Atau merasa terbuang.

Bukan tak peduli. Tapi kadang hati jadi pilu.

Lalu muncul pikiran bahwa Tuhan tak adil.

Padahal Tuhan Maha Adil tanpa perlu lagi dipertanyakan.

Ah..

Memang hidup tak pernah mudah.

Semeter jalan aspal bersih. Dilanjutkan jalan berbatu besar kecil.

Sungguh terkadang rasanya ingin terjun ke jurang.

Tapi setelahnya?

Mati sia-sia bukanlah hal yg membanggakan.

Tak lebih baik dari hidup saat ini.

Saya ingin diam saja. Melihat. Mendengar. Tanpa merasa.

Tak apa tahu. Tapi hanya sekedar tahu.

Saya tak perlu tersakiti karenanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s