Speechless

Speechless

Rasanya seperti tertampar. Kaget. Sumpah. Walaupun saya sudah pernah menduga sebelumnya. Sudah pernah pula diperingati sebelumnya. Tapi ketika mendengar langsung dengan telinga sendiri, rasanya saya seperti disambar petir. Seperti.. hancur. Saya tak tahu lagi harus berkata apa. Tak ada lagi kata-kata yg sanggup keluar dari mulut saya. Terlalu marah, terlalu kecewa, terlalu emosi, terlalu campur aduk perasaan ini.

Saya tidak pernah berharap lebih. Sedikitpun berharap tidak. Saya sudah lelah dengan segala harapan yg banyaknya menyakiti. Tapi walaupun saya tidak berharap, mengapa tetap terasa sakit hati? Luka lama yg masih saya baik-baik obati pun belum sembuh, sudah disirami lagi dengan cuka masam. Apa kabar dengan nurani, manusia? Apakah kalian lahir atau dibesarkan tanpanya? Selayaknya binatang, kalian seenaknya memutuskan sesuatu yg sungguh tak etis dan jauh dari kata pantas.

Tak henti-hentinya saya mengelus dada. Saya berusaha mengerti jalan pikiran dan apa yg sebenarnya ada di hati kalian. Tapi semakin lama, saya semakin tersesat. Apakah bisa manusia bersikap seperti itu? Tuhan.. Rasanya dunia tak lagi terasa sama. Benar memang apa kata orang, tak bisa meliaht seseorang/sesuatu hanya dari tampilan luarnya saja. Luar mungkin boleh terlihat baik dan menjanjikan, tapi di dalamnya tak lebih busuk dari bangkai.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s