Bicara (Kembali)

Bicara (Kembali)

Sudah tiba saatnya untuk kembali. Setelah menghilang sekian lama. Tapi, karena rasa nyaman dengan keadaan begini yg terlalu melekat, saya jadi malas kembali ke tempat semula. Siapa tahu segalanya tak akan kembali tepat seperti semula? Siapa tahu ketika kembali, justru orang-orang yg berubah? Siapa tahu akan ada penolakan halus maupun kasar dari sahabat yg merasa terlupakan dan terabaikan? Siapa tahu rutinitas yg dahulu dijalani tak lagi terasa sama? Memang tak seharusnya berspekulasi akan hal yg belum pasti. Tapi layaknya manusia lainnya, saya punya ketakutan tersendiri akan kenyataan yg mungkin tak akan semanis dahulu.

Saya jadi berpikir berkali-kali. Haruskah saya kembali? Memenuhi janji untuk bertemu sahabat terdekat?  Memenuhi apa yg selama ini tertunda? Menyelesaikan apa yg belum diselesaikan? Saya sungguh tak tahu apa yg harus saya lakukan. Apakah saya siap dengan segala macam pertanyaan? Walaupun sebenarnya tak ada yg harus dijelaskan, tapi orang akan tetap bertanya dan melakukan hal yg sama seperti yg saya lakukan, berspekulasi. Apa hal yg paling tepat yg bisa saya lakukan saat ini?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s