Bicara (Hidup)

Bicara (Hidup)

Rasanya seperti kembali lagi pada titik mula.

Dimana segalanya berawal.

Rasanya seperti tertinggal jauh di belakang.

Ketika orang-orang sudah jauh jalan ke depan dan saya masih mengais-ngais tanah.

Mencari sisa-sisa kepingan yg mampu membuat saya berjalan dengan menegakkan kepala.

Ini mungkin yang dinamakan hidup.

Detik ini kamu terbahak, menit berikutnya kamu tak henti terisak.

Merasa sepi ditengah keramaian.

Menyembunyikan muram dengan senyum.

Berhenti menyalahkan Tuhan atas nasib.

Dia mungkin Sang Sutradara.

Tapi kita para pemainlah yg berimprovisasi.

Berlagak tahu apa yg kita lakukan padahal kita buta akan jalan satu centimeter di depan kita.

dan kini saya berdiri diatas segala yg saya miliki.

Ya, saya berjuang menegakkan kepala.

Tak peduli apapun, siapapun, bagaimanapun.

Hidup baru saja dimulai.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s