Sebatas Titik

Sebatas Titik

Saya seperti anomali.

Minoritas diantara mayoritas.

Saya berada diantara.

Dalam benar dan salah.

Dalam suka dan duka.

Saya mencintai kesetaraan.

Merasa biasa diantara ketidakbiasaan.

Saya hanya ingin seperti yang lain.

Hidup dalam damai dan dunia yg beradab.

Hidup dalam cerita yg bukan miring dan terbalik.

Saya bercerita soal saya.

Soal apa yg kamu pikir tahu.

Soal apa yg orang pikir tahu.

Padahal tidak. Padahal bukan.

Saya keabu-abuan.

Tak pernah benar-benar hitam, apalagi putih.

Tak selalu berwarna seperti lukisan anak TK.

Saya hanyalah saya.

Mungkin tak sebaik kamu atau seindah kamu.

Mungkin tak semenarik dia atau semengagumkan dia.

Mungkin hanya sebatas titik dalam titik-titik masa.

Mungkin hanya semampu ini dan bukan itu.

Saya tahu apa yang kamu tak tahu atau kamu kira tahu.

Jangan.

Jangan pernah mencoba mengerti saya.

Jangan pernah berani menganiaya pribadi saya.

Jangan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s