Bicara (Perasaan)

Bicara (Perasaan)

Saya merasa kata tidak bisa menjabarkan seperti apa perasaan saya. Seperti apa sakitnya. Seperti apa kondisi yg saya jalankan. Seperti apa situasi yg saya hadapi. Bagaimana ceritanya. Bagaimana beratnya. Bagaimana yg sebenarnya. Saya merasa semua tertahan di ulu hati dan even words can’t help me find a way to tell it. Semua seperti badai yg tak henti menyerang dunia saya. Tak henti mengganggu pikiran dan hati saya. Seperti tak pernah ada habisnya.

Saya tak ingin hidup dalam masa lalu. Saya tak ingin terus menerus di bebani perasaan yg dengan penuh inisiatif datang sendiri. Karena ini tidak tampak ujungnya. Tidak terlihat akhirnya. Perasaan yg saya tak ingin menghantui saya sampai akhir hidup. I feel like.. I don’t want any kind of connection but unfortunately we have this connection for the rest of our life. Saya bukan pengecut. Saya akui, perasaan ini menghantui saya setiap hari. Bahkan walaupun itu cuma untuk sedetik, pikiran tentang perasaan yg mengganjal ini pasti mampir sejenak. Cuma untuk membuat saya selalu ingat.

Dan ini mengganggu. Sekali.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s