Bicara (Dilema)

Bicara (Dilema)

Ada satu perasaan dimana saya merasa tidak akan mampu bertahan samasekali. Karena semua terasa berputar mengelilingi kepala saya seperti sedang menertawakan hidup saya. Semua terasa menggantungi pikiran dan segalanya semakin berat dan berat. Ada waktu dimana saya cuma ingin bercerita. Kalau apa yg saya rasakan bukan cuma sekedar cerita singkat di antrian supermarket atau obrolan kedai kopi. Ada perasaan yg lebih dalam yg saya bawa dalam cerita itu dan saya ingin mengungkapkan pada orang lain. Saya ingin ada yg tahu bahwa kadang tak semua berjalan seperti mau saya. Dan saya sekarang hidup dalam kebahagiaan dan ketakutan jadi satu.

Saya melayang dalam perasaan terombang-ambing yg benar-benar membuat saya terjebak selama berbulan-bulan. Saya merasa apa yg saya lakukan jauh dari kata tepat dan keadaan ini terlalu memaksakan. Saya tahu bahwa ini bukanlah yg saya inginkan. Saya dilema apakah ini keputusan yg paling tepat untuk semuanya atau ini hanyalah bentuk keegoisan saya yg berlebih. Saya tahu saya ingin berhenti menyakiti hati banyak orang walaupun apapun yg saya lakukan akan tetap menyakiti hati seseorang. Saya ingin sekali rasanya mendapatkan keputusan yg paling baik untuk semua orang, hanya agar semua orang senang.

Tapi seringnya saya merasa pesimis. Toh ini adalah pilihan. Saya sudah memberikan pilihan dan sudah menetapkan pilihan. Dude, the rest is all yours.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s