Memori Masa

Memori Masa

Kalau aku berdiri di satu titik
Lalu melihat dengan ujung mata sedikit ke belakang
Maka yg aku temukan hanya reruntuhan apa yg kamu sebut perasaan
Sinarnya redup menjelang padam
Permukaannya rapuh lapuk seperti kayu bapuk
Mudah hancur, terkoyak, pecah, berantakan, tergores
Warnanya semu kelabu dengan sedikit denyut di antara jingga yg keunguan, sekarat
Baunya tengik, menyebarkan sepi, sakit, gundah
Lebih banyak lagi aku menengok ke belakang
Ada sedikit apa yg kamu juluki manusia
Sesosok raga berjalan sempoyongan seperti mabuk
Lupa daratan meski tak sedikitpun menjauhi bumi
Melangkah kesana kemari bicara khayal dan mimpi, hal-hal mustahil
Penuh sarkasme mencaci setiap nasihat dan simpati yg datang dan pergi
Hidup di antara hati dan logika yg berseberangan arah dan tujuan
Kesadarannya melayang mengitari bumi, tak mampu menaungi raga yg kalap oleh rayu
Diteruskan oleh badanku yg semakin menghadap belakang
Sedang aku perhatikan apa yg kalian bilang indah; masa kecil
Ada sepi yg dijamahi air mata dan isak tanpa akhir
Kosong yg diisi Ibu sendiri dan Kakak berdua
Pikiran yg menerawangi rasa iri akan sosok milik orang lain
Lahan raksasa tanpa apa-apa yg tak akan bisa kamu pahami apalagi penuhi
Momen-momen berarti yg ditemani harapan berakhir kecewa
Lalu ribuan helaan napas mengganti air mata
Aku mendekati kembali menuju arah depan
Hampir sampai dan aku lihat; dahulu
Makian, harapan, tangisan, lelaki, lelaki, lelaki
Dan berakhir sebelum aku
Saat hanya butuh tempat untuk bernaung dan merasa aman
Lalu aku hadir di antara
Aku geser sedikit badan ini
Seperti berkaca melihat tempat tidur
Ada kamu
Lalu hari-hari penuh emosi dan kebahagiaan
Aku yg mengharu biru
Dan kamu yang.. Ah, tak bisa kujelaskan
Aku kembali ke depan dan melihat yg setiap orang dambakan; masa depan
Aku, kamu dan seorang bergandengan tangan
Bahagia dan semakin bertambah
Pilu tak lagi merasuk
Dan lara berhenti menggelora
Bara-bara yg mengobarkan benci, sakit hati, dendam, tangis dan duka padam
Hanya ada aku, kamu, dia dan masa depan.

Selamat pekat, malam. Berikan aku mimpi paling indah, ya.

Disamping malaikat, sebelum tengah malam.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s