Liar

Liar

Kalau malam datang, imajinasiku liar
Melanglang buana ke tempat-tempat paling kelam, sepi dan berbahaya
Mendekam di pojokan jalan penuh kilatan masa

Aku bisa menangis merajuk hingga meronta di lantai tanah kumuh berselimut liur, mani, kotoran dan debu jerih payah
Kamu diam
Aku bisa memekakkan telingamu dengan teriakan penuh caci maki amarah dendam kecewa kesedihan
Kamu kalem
Aku bisa merengkuhi jiwamu, merasuki sukma dan alam bawah sadarmu karena aku ingin
Kamu acuh
Aku bisa membudaki pikiranmu, mencibir opinimu, menyetubuhi responmu dan tetap ongkang-ongkang kaki; puas
Kamu santai
Aku sedikit curiga kamu bukanlah manusia
Mungkin bukan makhluk
Hanya seonggok daging tulang darah jadi satu
Karena kamu kebal
Imun tentang rasa
Seperti psikopat penuh nafsu membara membakar ruh raga
kamu tahu?
Aku ingin sekali melumuri arsenik dan menenggelamkanmu dalam methanol sampai megap-megap
Sebegitulah benciku yg akut

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s