Perempuan ke-24

Perempuan ke-24

Aku sudah pasrah.
Dimadu dengan 22 orang selain aku.
Mau bilang apa lagi?
Caci maki, tangisan, umpatan, pukulanku semacam di acuhkan dia.

Sederhana saja awalnya.
Teknologi mempertemukan aku dan dia dalam linimasa.
Berawal dari sebuah klik “follow” menjadi hubungan tak terduga.
Siapa sangka aku dan dia akan jadi begini?

Dia mulai menunjukkan gerak-gerik mencurigakan.
Dia mulai menguntit linimasa perempuan lain!
Aku dan 22 orang teman seperjuanganku resah gelisah.
Siapa lagi yang hendak dia taruh diantara kami?

Kami berkumpul di tempat biasa.
Kami semua dibawa ke tempat yg sama olehnya.
Tempat kacangan yg punya ruang pribadi ini memang selalu membuatnya bergairah.

Perempuan itu duduk manis diatas dia.
Mencumbu secara bertubi-tubi sambil tangannya menjelajahi tubuh dia.
Dan erangan kencang mengagetkan kami.
Lho, ada yang salah tampaknya!
Celana belum terbuka!
Mengapa erangan sudah menggaung?

Secara ajaib dia ada diantara kami.
Berkumpul dengan perempuan-perempuan buruannya, yang sudah habis dia perkosa dan bunuh.
Perempuan itu pun berdiri, meninggalkan jasad penuh darah dengan tusukan di dada.
Perempuan ke-24 yang memutarbalikkan realita.

#15harimenulisdiblog
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s