Tidak Benar-Benar Hilang

Tidak Benar-Benar Hilang

Aku menatapi nanar air mata istriku.
Menetesi lereng-lereng kecantikannya yg tak lekang dihajar kala.
Membasahi fotoku di hari ke-80 kepergianku.
Isakannya memenuhi ruangan seperti gema yg berulang-ulang.
Dadanya naik turun, menahan sesak yg mengungkungi rongga paru-paru.
Aku pilu, tapi tetap membisu.
Ah kekasih abadiku..
Aku tidak kemana-mana.
Tidak hilang!
Kamu hanya tidak sadar kalau aku disini.
Kamu hanya tidak tahu kalau aku berpindah wujud.
“Ini aku!” teriakku.
Tapi yg terdengar hanya suara anjing kecil menyalak di kaki majikannya.
Dan kamu mengelus pelan kepalaku, “Aku tahu, Hiro, kamu juga merindukan pemilikmu ‘kan?”
Aku menghela napas, putus asa.

#15harimenulisdiblog

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s