Sarapan Kesukaan

Sarapan Kesukaan

Aku memasak sarapan kesukaannya, telur dadar, roti panggang dan secangkir kopi hitam panas. Seperti hari-hari Senin lainnya, pagi ini aku sisipkan surat di serbet makannya. Senin ke-101 dan sarapan yg tak tersentuh.

Ada yg bilang ini bentuk penyesalan akan apa yg telah pergi dan tak kembali. Lebih banyak yg bilang ini salah dan aku pendosa. Tapi aku mengelak. Ini hanya bentuk apresiasi rasa cintaku yg mendalam kepada kebiasaan lama milik seseorang yg terlalu kucinta. Bapak tiriku, dimanapun Bapak sekarang berpijak, aku tetap mencintai Bapak sepenuh hati. Meski terlarang.

#15harimenulisdiblog

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s