Aku, Air Milikmu.

Aku, Air Milikmu.

Aku seperti tetesan air hujan yg selalu muncul perlahan, malu-malu

Seperti ingin dan tak ingin menampakkan wajah

Kadang aku hanya muncul sebatas membasahi duniamu atau bahkan meninggalkan sisa-sisa yg tak bisa kamu lupa

Aku tak terduga, tanpa tedeng aling-aling

Mampu mengagetkanmu di tengah teriknya matahari atau memberi pertanda kedatangan; mendung

Tapi akulah hujan yg sering kamu jamah dalam doa malam

Agar sedikit saja membasahi wajahmu

Air yg selalu kamu rindukan untuk kamu resapi ke dalam kalbu

Aku yg kamu butuhkan pun sering kamu sia-siakan

Aku yg mengaliri sungai kebenaran dalam setiap dusta yg kamu tancapkan di ketandusan

Aku yg menghidupi alam bawah sadarmu dan mampu membunuh akal sehatmu

Aku yg akan menyanyikan nyanyian pengantar tidur lewat ombak pantai atau semilir angin gunung

Menyejukkan; mematikan

Aku tak perlu hujan untuk menyatakan keberadaanku pada dunia

Karena aku mampu menghadirkan lebih dari itu

Maha dahsyat, seru-mu pada angin

Ah Sayang..

Mengapa keragu-raguanmu itu?

Kamu hanya mengotori murninya milikku

Hanya meracuni lebih dari sebagian yg tersisa dariku

Kembali Sayang, kembali

Pada yang tertinggal di belakang tubuh layu-mu

Pada kebutuhanmu akan aku yg semakin sedikit ini

Pada apapun yg pernah kamu panjatkan dalam pagimu

Kembali pada aku, airmu

Tanpa hujan yg membasahi pipimu.

 

#15harimenulisdiblog

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s