Bima Sakti

Bima Sakti

Malam seperti candu yg memandu alam bawah sadarku untuk terus memeluk sepi
Sambil menatapi rintikan hujan yg sedikit demi sedikit membasahi bumi tandus kemarau
Waktu bergerak lambat-lambat, memangsa pekat agar awet dan setia menemani
Di tengah basahnya air menuju penghujan yg semakin lembab dan lengket
Fana anganku layangkan harapan tinggi ke atas galaksi
Wahai Bima Sakti, seru-ku yg tak kunjung berbalas tolong kau tanggapi
Telah ku terbangkan jauh-jauh puluhan mimpi penuh arti
Tanpa tahu apa telah sampai atau kembali ke sini, ditelan bumi
Ku nyalakan pemantik antik dari Cina
Percikannya membakar sebatang rokok setengah basah
Asapnya membumbung membayangi air wajah putus asa
Aku menyerah pada keadaan, kataku
Bima Sakti, apa kabar lagu-ku yg berisikan rindu?
Aku menengadah menemani hujan dengan air dari mataku
Aku dibalut rindu menusuk
Menyergapi sendiri dengan bayangan sekilas akan kamu
Rinduku sekali lagi terbang melayang menuju Bima Sakti, galaksi penghantar kalbu
Semoga sampai sebelum terik menyergap, doaku.

http://about.me/aysadihardjo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s