Standard

Sakit

Sakit mengajarkan kita untuk bernafas. Mengingatkan kita untuk bersyukur. Menjaga kita untuk tetap menghargai kehidupan. Sakit, hanya sebuah perasaan. Tak perlu menjadi besar dan ya, sulit mengecilkan sebuah perasaan sakit. Tapi kita butuh sakit. Hanya sebagai pengingat kalau kita, manusia. Tak mungkin kebal dengan sakit. Ada saatnya ketika sakit tak tertandingi perihnya. Menangis mungkin membantu. Atau sebuah pelukan untuk menenangkan. Atau senyuman, penyemangat. Mungkin pula sebuah penutup untuk mengakhiri cerita.

Ya, kita butuh peredam perih. Pelipur lara, agar menyepi dari permukaan hati. Meski itu akan tetap membekas karena sayatannya terlalu dalam, setidaknya, sakitnya tak terasa di setiap nafas.

Sakit tak perlu menjadi penghalang, karena dia tercipta bukan untuk itu. Disaat yg tepat, kapanpun itu, kita akan kembali menegakkan kepala, berdiri tegak dan tersenyum. Dan sakitnya, akan tetap ada sebagai pengingat meski perihnya tak lagi menyayat 🙂

http://about.me/aysadihardjo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s