For The Better and Hopefully, The Best

For The Better and Hopefully, The Best

Seperti jutaan kembang api dan petasan, benak saya dipenuhi keinginan, ide dan cita-cita yang menahan-nahan untuk meledak. Sudah terbayang di benak saya ketika waktu berputar seperti roda-roda, mengatur kehidupan saya. Entah akan lebih baik atau malah akan lebih ekstrim dari saat ini. Entah yang mana yang akan Tuhan wujudkan. Yang jelas saya hanya ingin berdiri sendiri. Saya ingin mampu lepas dari orangtua dan berjuang atas hidup saya dan anak saya. Berdua terasa menyenangkan. Dengan segala usaha untuk tetap bertahan di peliknya hidup yang sejujurnya sampai saat ini, belum terasa lebih mudah. Dan entah apa akan terasa lebih mudah atau tidak. Hanya saja, saya percaya, kalau Tuhan pasti akan memberikan jalan. Bila tidak untuk saya, pasti setidaknya Tuhan akan memberi jalan untuk kehidupan Andromeda.

Dalam sekian bulan ke depan, saya akan menjalani kehidupan baru di lingkungan baru dengan hal-hal yang baru. Selepas masa rehat selama setahun lebih, saya akhirnya akan kembali ke aktivitas yang menguras tenaga dan pikiran. Mentah-mentah, saya akan belajar dari awal lagi. Memahami segalanya dengan  cara yang baru lagi. Mengatur waktu, mengatur tenaga, mengatur pikiran. Mencari jalan untuk menghasilkan uang, mencari celah dari 24 jam dalam 7 hari agar cukup untuk memenuhi semua pokok kehidupan saya. Sejujurnya, saya sudah tak sabar. Saya punya banyak tenaga untuk dihabiskan, meski tak banyak waktu. Saya punya banyak ide yang sudah tak sabar untuk dikeluarkan, meski tak banyak sarana. Tunggu… Mungkin akan ada nanti saat dimana saya yang akan menyediakan sarana itu. Semoga saja. Saya punya banyak cita-cita, untuk masa depan saya. Perkuliahan, pekerjaan, untuk mandiri. Untuk lepas dari beban orangtua, terutama Mama. Untuk akhirnya bisa membanggakan Mama dengan hidup saya yang lebih baik. Harus lebih baik.

Dan.. Untuk menikah. Ya. Bila memang sudah waktunya, mungkin saya akan menikah. Entah dengan siapa. Karena sampai saat ini, saya belum menemukan orang yang tepat untuk saya dan Andromeda. Meski sejujurnya, saya tak tahu seperti apa bila pada akhirnya Andromeda akan punya Ayah dalam hidupnya. Belum terbayang, dan saat ini saya tak pernah mampu membayangkan. Dimana akan ada dua kepala yang akan memberi keputusan atas hidup Andromeda. Yaaah… Rasanya masih jauh. Masih terlalu dini untuk dibicarakan saat ini. Saya pun masih akan sibuk membenahi potongan-potongan yang tersisa dari hati saya. Entah apa masih akan cukup untuk orang lain selain Andromeda. Dan entah apa saya akan berani mengambil langkah sebesar.. menikah. Nanti. Ya, mungkin nanti.

Untuk segalanya dalam kehidupan. Agar menjadi lebih baik. Terbaik, semoga. Cheers.

http://about.me/aysadihardjo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s