Pernikahan&Saya.

Pernikahan&Saya.

Menurut saya perkara mencari pendamping bukan perkara mudah. Saya pernah menulis di beberapa blog post yang lalu kalau masalah yakin selalu menjadi masalah utama saya.

Saya besar di keluarga yang agak aneh dan rumit. Seumur hidup, saya baru tinggal serumah dengan lelaki setelah kakak menikah dan hamil lalu pindah ke rumah bersama suaminya. Lalu muncul 2 makhluk luar biasa, anak dan keponakan lelaki saya. Lengkap sudah dalam satu tahun, saya langsung tinggal serumah dengan 3 lelaki sekaligus. Rasanya.. Aneh. Banyak momen-momen kaget dan ajaib saya sama lelaki-lelaki di rumah. Mereka makhluk langka di lingkungan keluarga saya. Mereka langka, bagi saya.

Saya besar dengan rasa tidak percaya pada pria. Beberapa luka yang tak pernah hilang sedari kecil membuat saya belajar kalau pria memang be-regenerasi dengan sifat brengsek yang tidak akan pernah pudar. Tak peduli sebaik apapun pria tersebut. Ada hal-hal yang tak berubah. Sifat satu itu, salah satunya.

Ketika membicarakan pernikahan, selalu ada desiran halus di hati yang mengiris. Seperti ada air garam yang mengalir pelan di luka yang menganga. Takut. Saya teramat sangat takut berada dalam komitmen yang mengikat jiwa raga saya seumur hidup. Lebih karena saya merasa bahwa saya sudah tak sanggup dilukai lagi. Saya sudah tak mampu lagi berpedih rasa. Saya tidak bisa.

Klise, tapi masalahnya memang ada di saya. Masalahnya adalah saya tak percaya dengan pria. Saya kehabisan stok percaya. Masalahnya bukan ada di pria-pria yang ingin serius dengan saya. Saya yang memang belum merasa siap.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s