My Dream Wedding Ceremony

My Dream Wedding Ceremony

I’ve never been a fan of a big wedding with thousands of guests I don’t know in a big ballroom. Never. I always love a small, intimate wedding with people I surely know and love.
Saya selalu membayangkan pernikahan saya kelak akan menjadi my second biggest moment, tentunya setelah momen melahirkan yang luar biasa magical. Saya sudah bisa membayangkan the big picture of my wedding day, with some little details.

Pernikahan saya nanti (semoga) akan dilangsungkan di pinggir pantai menjelang sunset. Bersama keluarga inti dan sahabat-sahabat terdekat saya dan calon suami (yang entah siapa). Saya akan berjalan menuju tempat ijab kabul diapit Ibu dan Kakak dalam balutan kebaya off white dengan obi corak Bali dan kain Tradisional Bali untuk padanan kebaya yang dirancang khusus untuk saya. Sepanjang jalurnya akan dihiasi bunga-bunga bergantungan dan lampu yang memberi efek hangat dan romantis. Akan menunggu sambil berdiri calon suami saya yang berkeringat dingin, grogi.
Selepas akad, para tamu akan menikmati hidangan tradisional Indonesia yang disajikan di gubuk-gubuk kecil. Memasuki pelataran resepsi, akan ada meja rias lengkap dengan kacanya yang akan dijadikan meja penerima tamu. Di sebelahnya, akan ada kertas-kertas bergantungan di seutas tali, berisi ucapan selamat serta doa dari tamu-tamu yang hadir. Jalan beberapa langkah, undangan akan berjalan diantara foto-foto pra-wedding dan kenangan-kenangan pribadi milik saya dan suami. Suami akan mengenakan pakaian jas serba hitam dengan obi corak berwarna kontras dililit di pinggang (semoga) ramping. Sementara saya akan mengenakan dress modern dengan payet, kristal dan batu. Simpel, seksi dan cantik. Kami tak akan menyediakan pelaminan, hanya 1-2 booth foto untuk keluarga dan sahabat serta rekan-rekan. Makanan akan ditata di prasmanan dan gubuk-gubuk, kecuali untuk saya dan suami, orangtua kami serta para pengiring pengantin. Kami akan duduk di panggung mini dengan meja panjang seperti dalam lukisan Yesus yang paling sering saya lihat. Apa itu namanya? Perjamuan Terakhir kalau tidak salah. Khusus untuk toast, setelahnya kami akan mingle dengan tamu-tamu. Dan fotografer serta videografer akan mengabadikan intimate moment pengantin dan tamu, satu persatu. Sebelum pulang, tamu-tamu akan dibekali satu pot tanaman dan foto dengan pengantin. Aaaah, indahnya acara pernikahan saya kelak.

Saya tak pernah berbagi cerita tentang cita-cita bagaimana acara pernikahan saya kelak. Karena orang-orang akan berujung pada pertanyaan yang saya pun belum dapat jawabannya. “Siapa calon mempelai pria-nya, Aysa?”

And I’m just as confused as you guys. :’)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s