Coffeeshop.

Coffeeshop.

Image

 

Di antara bercangkir-cangkir kopi dan sulut-sulut rokok yang tebal menipis, kita diam.

Di antara malam yang semakin larut dan hendak singsingkan fajar, kita diam.

Di antara gelak tawa dan tatapan penuh senyum, kita diam.

Di antara dingin menusuk dan hangat dalam hati, kita diam.

Karena terkadang momen paling berharga hanya bisa dirasakan ketika kita diam.

Jadi, kita diam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s