Tepat di Ketidak Tepatan.

Tepat di Ketidak Tepatan.

Ceritamu,

Bahwa kalian telah lama bersama, mencinta. Bahwa bukan semudah itu yang dijalani bisa ditandaskan asa. Bahwa pada akhirnya, jenjang selanjutnya lah yang akan diambil.

Cerita kawan-kawanmu,

Bahwa dia telah berharap keseriusan akan kisah manis yang kalian padu sekian tahun. Bahwa keluarga kalian telah setuju dan menginginkan hal yang sama. Bahwa pada akhirnya, tak ada lagi pilihan lain yang akan diambil. Selain yang tentu saja kamu tahu apa.

Padaku ujarmu begini,

Bahwa sebuah kenyamanan adalah apa yang kamu rasa. Bahwa perasaan suka mulai menjalar. Bahwa inginmu akulah orang pertama yang kamu kenal di perantauanmu dan kamulah yang aku kenal dari awal. Bahwa rindumu menyiksa. Bahwa setiap telponmu adalah harapan agar mungkin jarak bisa berbaik hati padamu yang sedang pulang kampung.

Pada kawan-kawanmu ujarmu begini,

Bahwa mungkin perasaan nyamanmu berlebihan. Bahwa kamu takut ini akan menjadi terlalu berlebihan.

Padamu ujarku begini,

Bahwa aku membenci setiap kepergianmu dengannya. Bahwa aku membenci setiap pesan singkatmu kepadanya. Bahwa aku membenci setiap telponnya yang membuatmu menjauh dari pelukku. Bahwa aku lelah setiap pertemuan berujung adu kata.

Yang tak sempat ujarku sampaikan,

Siapalah aku dibanding kamu dan dia. Aku hanya seorang yang di antara. Mencari celah di  sedikitnya rasamu untukku. Mencari tempat di persinggahan sesaatmu. Aku tahu kamu dan aku adalah sebuah ketidakmungkinan. Tapi kita tetap bertahan. Setelah sekian banyak kesalku dan kepasrahanmu. Setelah deringan-deringan rindu di ujung kabel-kabel penghantar suara. Setelah puluhan peluk dan kecup yang pahit manis di dada. Setelah banyaknya tawaku yang tak peduli malu. Kita tetap bertahan. Meski entah bisakah kita disebut kita.

Yang tak mampu ujarku sampaikan,

Bahwa aku bahagia akhirnya menemukanmu di pencarianku. Setelah lelahku yang tak kunjung menemukan kata selesai. Setelah ribuan tetes air mata yang lama-lama kehilangan makna. Setelah banyaknya lelaki datang dan pergi. Kamu orang tepatku, di waktu yang selalu tidak tepat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s