Kepada Kamu yang Masih Menjadi Bayangku Setiap Malam.

Kepada Kamu yang Masih Menjadi Bayangku Setiap Malam.

Image

 

Denting piano yang kamu mainkan masih membekas jelas di kupingku.

Meninggalkan jejak-jejak nada yang enggan aku hentikan di kepalaku.

Lamat-lamat memudar ditelan kala. Meski aku masih memuja, penuh harap agar jangan sampai terlupa.

 

Tapi memoriku tak kuat menampung kamu yang terlalu lama terlewat.

Meski telah sekian tahun kupertahankan kenangan akan kamu.

Aku takut merindu terlalu rindu.

Pada siapa harus aku benamkan rinduku kalau kenanganmu menghilang?

 

Kutitipkan segenap doa yang belum lelah kupanjatkan. Mengarahmu dan tiada lain kamu.

Semoga sampai, karena entah lewat mana lagi pesan dan harapanku sampai padamu.

Aku tak sampai hati lagi membencimu. Aku terlalu berharap kamu masih disisiku. Memanjaku.

 

Ayah, segenap cintaku belum lelah aku kirimkan lewat Tuhan untukmu.

Aku rindu belai penuh kegemasan darimu.

Aku rindu perdebatan yang tak pernah selesai di antara kita.

Aku rindu pelukmu yang kerap menenangkan aku yang penuh luka pilu.

Aku rindu tawamu di antara makan siang kita.

Ingatkah kamu akan aku, anakmu?

Semoga jawabanmu sesuai inginku, Ayah.

Karena aku belum pernah melewatkan malam tanpa mengingatmu.

 

Dengan peluk dan kecup,

 

Anakmu yang lelah merindu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s