Dia Tenggelam.

Dia Tenggelam.

Yang tak ditunjukkannya pada orang-orang adalah kerapuhannya yang setebal air yang belum penuh membeku. Karena dia tahu tak semua orang mampu mengerti.
Yang tak bisa dia ceritakan adalah kemelut rasanya yang bahkan dia pun sulit untuk mengerti. Karena hatinya luka dan membiru bahkan hingga kini.
Yang tak sempat dia ungkapkan mungkin hanya betapa syukurnya dia akan kesempatan Yang Maha Kuasa berikan untuknya. Karena dia terlalu sibuk membuang waktu.

Dan dia hanya mampu memandang langit sejauh-jauhnya dalam kekosongan. Dia benci ketidakmampuannya memahami hatinya sendiri. Bagaimana dia bisa menyelamatkan dirinya dari sesuatu yang dia tak tahu? Bagaimana bisa seseorang menyelamatkannya kalau dia tak ingin diselamatkan?

Dia bercerita tentang hidupnya. Tapi tak pernah dia menceritakan isi hatinya. Dia kehilangan. Dan mencari kehilangan yang entah apa. Dia rindu. Dia… perlahan tenggelam. Enggan kembali.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s