Heartless

Heartless

“Kamu tak punya perasaan.”

“Aku kehilangan”

“Bukan, kamu cuma kejam.”

“Kamu begitu mudah dicintai, mungkin karena itu satu-satunya hal yang kamu tak miliki.”

“Kamu mencari-cari dan setiap kali ada yang begitu baik mendarat di hadapanmu, kamu mundur. Bahkan berlari. Pergi dan menjauh.”

“Mereka terlalu baik untukku yang tak sebaik itu.”

“Dan kamu tahu betul betapa omong kosongnya kalimat itu.”

“Kamu punya masalah serius dengan dirimu sendiri. Kamu tak mencintai dirimu sendiri. Ingat sudah ada yang bilang itu beberapa tahun yang lalu?”

“Berhenti membenci. Kamu lelah. Dan kamu tahu betul seberapa lelahnya kamu. Kamu hanya enggan mengakui.”

“Bagaimana bisa ada begitu banyak rasa sayang dan peduli di sekelilingmu yang menguapkan aura kebencian?”

“Kamu sadar kata-katamu menusuk?”

“Dan sikapmu membunuh.”

“Semua yang aku bicarakan itu fakta. Kamu harus berdamai dengan fakta bahwa ini hidup yang cuma satu kali. You have one shot to be here in this world. Are you seriously gonna ruined your only chance?”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s