tia(ku)da

tia(ku)da

aku pernah meminta diam-diam pada-Nya.

kalau aku jatuh, jatuhkanlah sejatuh-jatuhnya. pada siapapun ia yang Kau pilihkan.

tapi aku terus bertanya, apakah kamu jatuhku yang Dia pilihkan?

apakah kamu?

 

karena aku dan kamu…

bagai dua kubu magnet yang terus menerus bersisian tapi terus menerus saling tarik.

dan aku membenci keadaan karena aku tak bisa membencimu.

aku dan kamu.. kita..

berdampingan, bagai dua sisi koin yang hidup tak bisa lepas dari satu sama lain,

pun saling menyakiti.

dan aku benci ketidakberdayaanku merubah situasi.

aku seperti melemah.

aku kehilangan peganganku.

denganmu, aku seperti punya arah dan tuju. sesaat.

sebelum kamu leburkan aku kembali dalam rasa dan asa yang tak ada habisnya.

kamu tanpa sadar menjadi obor di jalanan yang ku lalui

menuju kegelapan yang lebih pekat lagi.

 

aku bukan kehilangan kamu, lagi.

aku kehilangan aku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s